filosofi NITROBACTER penyubur tanah tanpa pupuk apapun !

NITROBACTER ………………….Ketika manusia Harus Ber-Kompromi dengan kearifan ALAM

PENGANTAR NITROBACTER

Terimakasih atas Pembelian Nitrobacter anda ,perkenankanlah dalam artikel ini saya Thomas Janardi alamat Jl.Jend. Sudirman 70 Purbalingga, mengajak anda untuk mengenal dan belajar teknologi Injeksi Bakteri NITROBACTER. Inilah temuan teknologi Kreatif dan Revolusioner yang mampu mengubah Nasib Ekonomi Pertanian anda dan Indonesia.  Melalui produk “kebetulan” ini,  permasalahan kerusakan tanah pertanian sekiranya bisa teratasi secara cepat dan efektif.  Bagaimanapun Tanah yang subur adalah harapan setiap petani, tetapi apa yang harus dilakukan kalau faktanya tanah anda dan lebih dari 90% kondisi tanah-tanah pertanian kita sudah sedemikian rusak/keras karena pengendapan residu pupuk kimia/urea selama lebih dari 30 tahun  ? Akan Efektifkah meneruskan cara pemupukan kimiawi dan dengan cara bagaimana tanah yang sudah sangat kurang subur  itu dapat diperbaiki dan digemburkan kembali ?  Bukankah anda sudah sedemikian paham, bahwa tanah yang keras, akan sangat menyulitkan pertumbuhan akar untuk menembus tanah dalam mencari makanan/nutrisi ?   Artikel ini disusun sebagai wawasan pengetahuan dan untuk melengkapi pemahaman yang lengkap terhadap teknologi Nitrobacter yang sangat luarbiasa ini.

Visi Temuan teknologi ini adalah untuk meningkatkan kualitas tanah dalam menunjang budidaya pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.  Metode yang ditempuh adalah  untuk memperbaiki siklus ekologi melalui kejayaan fauna mikro-organisme sebagai pengurai utama di dalam tanah. Hidupnya mikro-organisme ini akan memperbaiki struktur tanah serta menyehatkan kembali tanah yang rusak.  Pada akhirnya , di tanah yang subur tanaman akan  tumbuh subur dan akan  meningkatkan hasil panenan.  Solusi Nitrobacter juga akan memangkas biaya pemupukan secara signifikan karena tidak aplikasi di lapangan tidak memerlukan bahan pupuk tambahan apapun.  Tentu tidak banyak orang yang  ragu dan belum mau percaya sebelum membuktikan. Tetapi fakta juga menunjukkan bahwa system nitrobacter  adalah satu-satunya solusi Organik (semacam Pupuk Organik Cair / POC ) yang mampu mencatatkan pertumbuhan tanaman yang lebih bagus daripada solusi pemupukan kimiawi.  Dengan penjelasan agak panjang dalam artikel ini, memahami cara kerja Nitrobacter akan memberikan gambaran bagaimana system ini tampil unik dan berbeda dari yang lain dengankemampuan khas luar biasa , yaitu kemampuan mengolah kembali sekian banyak pengendapan berton-ton residu pemupukan kimia/urea yang ada di tanah.  Ahli pertanian meyakini bahwa residu-residu pemupukan kimia yang bercokol dalam tanah dalam jangka waktu lama tersebut adalah Penyebab Utama  telah sedemikian parahnya kerusakan struktur tanah. Dengan meyakinkan , bakteri Nitrobacter mengurai dan sekaligus mendaur ulang residu menjadi cadangan deposit nutrisi tanaman yang tersedia gratis di sawah petani.

Nitrobacter juga berfungsi sebagai Auto-Imune System (antibody – menolak penyakit) pada tanaman.  Hampir tidak pernah dilaporkan hal penyakit menyerang tanaman setelah aplikasi menggunakan Nitrobacter.  Penjelasan mengapa hal ini terjadi, akan hal ini menjadi gambling dan masuk akal setelah memahami cara bagaimana penyakit tanaman dari jenis bakteri hingga virus yang bersifat pathogen(jahat) dapat “dikendalikan” oleh dominasi bakteri Nitrobacter di semua bagian tanaman.

Di akar , batang, daun, semua dikawal oleh jenis-jenis bakteri khusus yang terdapat dalam system Nitroabacter. Bakteri berupa bakteri Baik dalam Jumlah yang begitu besar dan signifikan inilah yang membuat jenis bakteri dari jenis/spesies lain menjadi minoritas.

Dengan memahami Ide Nitrobacter secara lengkap, artinya harus mengakui dan mau berkompromi dengan cara kerja dan cara hidup BAKTERI, sejenis mahluk kecil kasat mata yang menjadi andalan system ini. Keberadaan mahluk kecil yang tidak kelihatan ini sekilas tidak berarti dan bahkan tidak pernah terpublikasikan, namun dalam keseluruhan system kehidupan tanaman, bakteri ini memegang peranan yang sangat penting dan vital dalam kehidupan tanaman.  Faktor Siklus penguraian Nitrogen oleh bakteri menjadi kunci terpenting apakah suatu tanaman dapat tumbuh sehat atau sebaliknya. Nitrogen merupakan komponen vital tanaman bisa tumbuh, walaupun keberadaan nitrogen ini berlimpah ruah di udara (72% dari udara), namun tanaman belum bisa memanfaatkannya secara langsung. Diperlukan jasa para bakteri untuk mengubah struktur nitrogen lepas di udara menjadi bentuk yang bisa dimanfaatkan tanaman.

Keberadaan bakteri di tanaman bisa jadi seperti yang ada dalam tubuh kita, ada milyaran bakteri yang menempati semua bagian tubuh kita, mereka hidup dan menjaga kita agar tetap hidup, mereka bertahan dan siap sedia melawan serangan bakteri pathogen dari luar, dan jujur saja, kita (manusia) dapat bertahan hidup karena jasa dan peranan mereka (bakteri baik dalam tubuh kita) , serupa satpam yang full 24 jam menjaga tuannya.

Anda akan menjumpai banyak fakta  menarik seputar Nitrobacter, dalam aplikasinya menghasilkan daun yang hijau mulus mengkilat, buah yang tampak bersih segar berkilau , merupakan indikasi  bahwa ada “penjagaan” satpam Nitrobacter ini efektif mencegah serangan bakteri dan jamur-jamur jahat. Spora-spora dan bakteri-bakteri jahat penyebab aneka penyakit ini  mengincar di semua titik lemah tidak hanya manusia tetapi juga tanaman. Begitu bakteri jahat yang memenangkan pertempuran (Karena jumlah yang banyak dan menyerang dengan racun secara bersamaan), sakitlah kita atau tanaman kita.

Dalam hidupnya bakteri ternyata melakukan komunikasi dan saling memiliki strategi dalam bertahan , berebut makanan maupun bersinergi bersama kelompok yang sama dalam menghadapi ancaman. Ada  simpulan dari pakar biologi yang jelas menunjukkan bahwa  Ketika jumlahnya minoritas, para bakteri jahat akan DIAM dan duduk manis, tetapi ketika bakteri pathogen ini berhasil berkembang biak dan mengkonsolidasikan teman-teman sejenis bakteri jahat tadi, serangan mematikan akan segera terjadi. Perang kimia akan dilancarkan dan umumnya perang dimenangkan oleh spesies yang lebih besar jumlahnya (keroyokan menebar racun mematikan ke tubuh kita).  Bila ini terjadi pada manusia sakitlah kita !

Pertempuran di zona mikro ini menarik di simak, ternyata pemberian obat-obatan semacam antiobiotika kimiawi tidak menjadi jaminan tuntasnya permasalahan. Para Bakteri jahat (baik di tubuh manusia atau di tanaman) memiliki mekanisme yang “akan” mencatat “kisah kekalahan” ini, lalu dalam suatu waktu lahirlah jenis-jenis spesies yang sama namun sudah “kebal” terhadap suatu jenis antibiotika yang “pernah” digunakan untuk membunuhnya. Perlombaan kecepatan antara anti-biotika dan fenomena kekebalan bakteri-bakteri jahat inilah yang memusingkan para ahli kedokteran termasuk ahli penyakit tanaman.  Pesatnya perkembangan teknologi  anti-biotika dalam dunia kedokteran ternyata tidak di imbangi dengan teknologi yang sama di bidang penyakit tanaman. Padahal serangan-serangan bakteri-bakteri jahat di tanaman ini tidak kalah mengerikan dari sisi ekonomi dan sosial.

Di sektor pertanian, kondisi ini diperparah dengan maraknya pabrikan farmasi meluncurkan produk produk antibiotika untuk alasan “kesehatan tanaman”.  Sementara antibiotika kedokteran umumnya diberi asistensi  pengawalan hal dosis oleh dokter atau ahli farmasi, di bidang pertanian , karena langkanya konsultan pertanian, akhirnya TOKO pertanian menjadi konsultannya. Dan bisa ditebak , petanilah yang menjadi korban dari serbuan produk-produk antibiotika yang tidak terkendali. Penyakit-penyakit tanaman begitu marak dan membuat sedih hati para petani, ribuan kasus matinya tanaman tanpa sebab yang jelas, hampir-hampir tidak pernah di tangani secara memadai oleh dinas pertanian karena kurangnya asistensi ahli dank arena ulah petani sendiri yang senang meracik dan kadang mengkombinasikan oplos obat2an sendiri hanya atas intuisi,pengalaman, saran kios pertanian atau sekedar brosur dari produsen. Inilah yang membuat banyak sekali produk-produk obat-obatan penyakit tanaman yang beredar, membingungkan namun tidak satupun yang BISA DIANDALKAN, karena sifat bakteri jahat yang mampu beradaptasi, mutasi atau tahan kebal terhadap suatu jenis antibiotika. Bisa dibayangkan , kalau dalam satu hamparan sawah pertanian , ada 20 jenis atau merek obat-obatan yang digunakan oleh masing-masing petani (sesuai selera beli-nya). Awalnya mungkin efektif, namun si bakteri-bakteir jahat ini juga mempunyai mekanisme bertahan sehingga lahirlah bakteri yang “kebal” atas ke-20 jenis antibiotika tersebut. Dan generasi bakteri jahat jenis baru ini umumnya lebih ganas,lebih mematikan dan relatif aman karena obat-obatan antibiotika yang ada dipasaran sudah bisa “ditawarkan” racunnya.

Ada sisi menarik misteri kelahiran  Nitrobacter sebagai  “Penjaga Tanaman” dari aneka serangan bakteri dan virus penyakit tanaman.  Karena diberikan dalam jumlah besar dan terus-menerus, dominasi bakteri nitrobacter akan semakin tinggi, dan inilah yang membuat menurunnya kapasitas dan ritme serangan penyakit tanaman.  Walaupun jujur saja, tidak semua masalah penyakit tanaman bisa diatasi   dengan nitrobacter, namun kehadiran “penjaga 24 jam” para bakteri Nitrobacter dalam jumlah besar dam mayoritas serta mendominasi,membuat para bakteri jahat yang hendak menyerang  tanaman mengurungkan niatnya karena dalam komunikasi antar spesies , bakteri2 jahat ini “kalah jumlah” dari bakteri baik yang menjaga tanaman. Karena naluri “ingin hidup” inilah, bakteri2 jahat ini bukannya mati tapi “duduk manis” melihat situasi, dan baru menyerang kembali hanya apabila keadaan sudah aman.

Berikutnya, yang paling mengherankan adalah kemampuan Nitrobacter  Menggemburkan tanah dan sekaligus MENGURAI residu UREA di dalam tanah, secara serius menempatkan Nitrobacter sebagai produk yang tidak bisa disamakan dengan produk teknologi manapun.  Dalam hitungan jam , anda bisa membuktikan efektifnya penggemburan tanah Nitrobacter. Dalam hitungan hari, anda saksikan daun yang disemprot menjadi lebih hijau dan terlihat menyenangkan, buah yang semakin besar dan berbobot, sungguh merupakan cita-cita petani yang terdalam.

Jujur , Nitrobacter ada karena buah DOA dan bukan ide hasil pemikiran ilmiah saya, oleh karena itu kami mengajak anda para petani/pemakai produk ini untuk bersyukur kepada Tuhan, melalui teknologi ini , dengan segala kerendahan hati saya sebagai penemu system ini,  banyak hal yang tidak mampu saya jelaskan. Begitu hebat System Nitrobacter bekerja, membuat bangga dan bersyukur , bahwa Tuhan ternyata telah menunjukkan CARA-nya.  Dan melalui Nitrobacter ini, semoga menjadi sarana Berkat Tuhan bagi kita, melalui Teknologi Nitrobacter , kita bisa kembali efektif dan cepat melestarikan alam sekaligus perbaikan bagi sendi-sendi ekonomi bagi banyak orang. Ini adalah temuan kemanusiaan, bila anda sudah berhasil dengan nitrobacter, kabarkan berita gembira ini kepada yang lain agar ikut juga menggunakannya.

Nitrobacter adalah “Berkat yang Mengalir”, dari petani inilah yang tanah sawahnya kembali subur lagi akan menghasilkan produk yang lebih banyak, lebih sehat (karena tanpa perlakuan pestisida kimiawi), secara social ekonomi akan terjadi peningkatan DAYA BELI dan itu menghidupkan ekonomi banyak sector, menciptakan peluang lapangan kerja dan sebagainya.  Berkat Tuhan ini akan mengalir ke banyak orang, dan anda pun menikmati serta akan memberi berkat timbal balik kepada saya juga, karena dalam tiap pembiakan Nitrobacter wajar akan terjadi penurunan kualitas, dan karenanya diharapkan setiap musim tanam , anda disarankan memperbaharui Bakteri Aktivator anda (dengan cara membeli lagi seharga 30 rb/liter).

Ketelitian dan Ketekunan harus menjadi bagian dari System Ini.  Ratusan orang telah sukses menerapkan system NItrobacter ini , mereka mendapati perubahan drastis tanah sawah yang tadinya rusak keras menjadi normal gembur kembali dengan aplikasi ini.  Kami ingin anda berhasil, mandiri lepas dari ketergantungan pupuk kimia pabrikan yang semakin mahal. Nitrobacter dijual dengan pendampingan teknis hingga panen berhasil, ini menjadi penting , ketika anda dihadapkan pada proses pembiakan bakteri hingga pengaplikasian di lapangan, setiap langkah dalam petunjuk harus anda lakukan dengan seksama. Dengan “bahan dan bumbu” yang sama-pun, 10 koki akan menghasilkan 10 macam rasa. Demikian pula MERAKIT bakteri Nitrobacter, dibutuhkan SENI untuk menghasilkan fermentasi yang bagus.  Yang dimaksud adalah SENI untuk MELIHAT kecemerlangan larutan bakteri yang dibuat, hanya melalui pendekatan optis inilah kualitas dari system Nitrobacter ini dapat di ketahui, semakin larutan mengkilat memantulkan sinar ke semua arah, artinya semakin banyak bakteri di dalamnya.

Menguji apakah fermentasi berhasil, Anda tidak memerlukan peralatan canggih seperti mikroskop dan pewarna gram yang rumit, tetapi cukup dengan mendeteksi Optis dan BAU menyengat yang timbul , baiknya anda punya ALAT TESTER kesuburan tanah yang bekerja atas dasar hantaran arus listrik. (semakin subur semakin menyala terang). Alat seharga 30 ribu ini dapat digunakan untuk menguji hasil fermentasi bakteri, menguji jumlah/kadar bakteri dalam tanah (bila kering basahi/siram air dulu). Semakin konduktif tanah mengindikasikan semakin banyaknya bakteri di situ dan semakin subur tanahnya karena pertukaran ion-ion nutrisi berlangsung cepat (konduktif).

Jelas dalam aplikasi NItrobacter perlu kerjasama yang baik antara kami sebagai produsen dan anda petani sebagai pemakai. Kerjasama ini diharapkan menghasilkan komunikasi yang intensif dan terutama menuntun langkah-langkah agar budidaya tanaman berjalan sesuai harapan dan janji marketing Nitrobacter.

Kesalahan dari proses produksi bakteri akan meruntuhkan keseluruhan “KESAKTIAN” Nitrobacter. Saran kami, pelajari seluruh isi buku petunjuk sebelum melakukan pembiakan hingga aplikasi.

APA ITU NITROBACTER ?

Nitrobacter adalah suatu system terintegrasi untuk menyuburkan kembali tanah dan tanaman. Sepenuhnya Bekerja menggunakan prinsip alam yang mengutamakan keseimbangan ekologis. Bakteri berperan sangat besar dalam mata rantai ekologis tanaman. Tanaman diketahui sangat membutuhkan Nitrogen dalam setiap fase pertumbuhannya, walaupun tersedia lebih dari 72% volume udara, nitrogen ini belum bisa digunakan oleh tanaman. Tanaman masih  memerlukan fungsi dari bakteri untuk mengubah nitrogen lepas di udara menjadi format partikel nitrogen tertentu yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman.

Ketika Revolusi Industri Pertanian dunia merebak tahun 60 an, diperkenalkanlah pupuk kimia seperti urea, Kcl,TSP,SP36 dll. Dalam masa-masa awal penerapan pupuk kimiawi , memang bertahun-tahun terlihat hasilnya sangat menjanjikan dan berhasil meningkatkan produktivitas panenan dunia dengan signifikan. Sayang hal itu  tidak berlangsung lama. Setelah lebih dari 30 tahun aplikasi, residu pupuk kimiawi ini telah merusak dan meracuni tanah sedemikian rupa.  Tanah berubah menjadi keras bantat dan sulit untuk ditanami, perakaran yang pendek dan mudah roboh kena angin/hujan adalah karena begitu kerasnya tanah ditembus oleh akar. Keadaan ini juga menjadikan kecelakaan ekologis, yaitu hilangnya mikro-organisme pengurai alami di tanah, lenyapnya cacing dan aneka hewan sawah yang menandakan bahwa fungsi tanah sudah masuk fase kritis.

Solusi untuk perbaikan fungsi tanah pertanian ini tentu sudah dilakukan, sosialisasi pertanian organik juga gencar dilakukan pemerintah/dinas pertanian. Namun sayangnya solusi-solusi tersebut kurang mendapatkan respon dari petani salah satu sebabnya adalah karena “EFEKNYA LAMBAT”, terlalu ribet dan malah lebih mahal dari sisi ongkos, dan umumnya hasil yang masih kalah jauh dengan solusi kimiawi. Ini yang menyebabkan rendahnya minat pertani beralih dari penggunaan pupuk kimia.

Berbagai riset dan alternatif solusi teknologi pupuk organik telah banyak beredar.  Sebagian besar produk POC (Pupuk Organik Cair) menggunakan metode bakteri dan tambahan hormon untuk lebih memacu pertumbuhan.  Yang paling terkenal adalah EM4 (effective micro-organism). Beberapa solusi produk lain mengunakan hormon sejenis auxin atau campuran aneka komposisi menurut pabrikan peraciknya. Semua merek meng-klaim keberhasilan dan seolah menjadikan “Dewa Penolong” bagi kesuburan tanaman. Sayang, umumnya hasil yang didapat tidaklah sebesar yang digembar-gemborkan produsen, pun hampir semua produsen POC tidak ada yang berani lepas sepenuhnya dari pupuk kimiawi.  Artinya ada KERAGUAN dari sisi strategi teknologi yang ditempuh.  Ini membingungkan petani, karena faktanya dengan memakai tambahan POC malah menambah biaya pemupukan (karena masih harus pakai pupuk kimia juga).

Salah satu keraguan terbesar dari PRODUSEN yang produknya berbasis bakteri adalah Tidak Terjaminnya kualitas produk setelah Pengemasan ! Mata rantai distribusi produk yang panjang , membuat jeda waktu produksi/pengemasan hingga aplikasi di petani menjadi TIDAK PASTI.  Semakin lama dan panjang rantai waktu ini , semakin besarlah potensi rusaknya bakteri yang dikemas, salah satu penyebabnya adalah bakteri tidak pernah bisa stabil ketika dikemas, wajar mereka tentu bersaing nutrisi dalam tempat yang sedemikian sempit di botol. Apalagi dalam botol yang sama telah dicampur zat2 additif seperti hormon-hormon atau enzym tambahan yang dirancang peracik POC menurut selera mereka. Kemungkinan bakteri mati sangat tinggi.  Kamipun punya pengalaman bahwa dalam zat cair, kemampuan bakteri berkembang biak dan hidup memang lebih tinggi tetapi sangat rawan terhadap situasi luar seperti sinar matahari, lampu ultraviolet, suara dan getaran keras, persaingan berebut oksigen dan sebagainya.

Data Empiris survey menunjukkan bahwa POC berbasis bakteri, umumnya hanya berpeforma BAGUS pada produksi awal atau saat barang masih baru (keluar dari pabrik). Ketika bakteri itu disimpan dalam botol , di distribusikan dan menunggu rantai waktu yang panjang hingga sampai ke tangan petani, disitulah titik kritis Kehandalan System POC Bakteri kemasan pabrik.  Untuk POC di atas 6 bulan dalam kemasan , saya meyakini sudah kehilangan khasiat karena bakteri di dalamnya sudah banyak yang mati karena kurang nutrisi atau keracunan akibat saling kompetisi antar jenis bakteri2 lain dalam kemasan. Ingat bahwa umumnya bakteri dari jenis spesies yang berbeda bersaing dan berkompetisi hidup dengan bakteri lain jenis.Mereka saling mengeluarkan zat pertahanan diri semacam senjata enzym kimia yang digunakan untuk menyerang atau malah untuk bunuh diri bersama-sama.

Sebagai teknologi solusi masalah pertanian, penggunaan bakteri SUDAH BENAR, memang penyuburan kembali tanah-tanah pertanian yang rusak atau kurang subur hanya bisa dari jasa bakteri.  Dengan bakteri , kehidupan ekologi mikro-organisme pengurai di tanah dapat dipulihkan.  Ada banyak ragam pilihan petani, dari yang konvensional seperti kompos dan pupuk kandang, membuat sendiri dari MOL (mikro-organisme local),membuat pupuk kompos, bokashi,hingga pupuk organik granul dan cair buatan pabrikan.

Nitrobacter juga menggunakan jasa bakteri sebagai penyubur tanah dan tanaman. Berbeda dengan semua POC lain yang beredar, pemakai/petani DILIBATKAN dalam proses PEMBUATAN/PEMBIAKAN bakteri, karena hanya dengan cara seperti itulah kita bisa tahu apakah proses pembiakan berhasil atau tidak.  NItrobacter tidak sekedar usaha membiakkan bakteri, namun juga melakukan FILTRASI (mem-filter) dalam larutan , sehingga ada jenis bakteri tertentu yang lolos dan berhasil hidup dan  berkembangbiak, dan ada jenis bakteri lain yang akan mati.

Jadi usaha Nitrobacter adalah usaha untuk menyeleksi agar TIDAK terlalu banyak jenis bakteri yang boleh hidup disitu (terlalu banyaknya jenis bakteri/fraksi bakteri akan membuat kondisi kompetisi karena berebut nutrisi yang sama , yang tentu saja membuat tidak sinergi bagi pertumbuhan tanaman.

Karena itu  dibuatlah suatu larutan berupa FILTER yang menyeleksi bakteri yang boleh hidup disitu  dipilih dalam larutan yang sangat pekat amoniak, dimana umumnya mayoritas bakteri akan mati karena cairan dan protein sel bakteri yang tersedot ke luar dinding sel oleh larutan yang lebih pekat di lingkungannya.  Walaupun ide ini sederhana, namun kemunculan bakteri baru Nitrobacter di larutan semacam ini adalah solusi yang “aneh” dari kaidah ilmu biologi.

Gejala adanya bakteri tertentu yang ternyata bisa bertahan , bermutasi atau  hidup dalam larutan hiper-osmosis (yang menentang kaidah biologi) inilah yang menjadikan Nitrobacter ini menarik untuk dikaji.

Secara “kebetulan” kandungan bakteri yang hidup di situ  merupakan bakteri-bakteri yang TEPAT, yang sangat sinergi menunjang pertumbuhan tanaman. Dari kelahirannya , banyak yang tidak bisa saya jelaskan , karena “kemunculan” dahulu – barulah teori penunjang muncul belakangan. Walaupun sekilas sepert otak atik gatuk, namun kaidah2 ilmiah yang saya temukan sesudahnya sebagai (bukti pendukung hipotesa) terus bermunculan.

Bakteri merupakan mahluk kasat mata yang hidup berkembangbiak dengan pembelahan sel. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bakteri mengambil nutrisi dari lingkungannya. Di alam, ternyata antar jenis bakteri saling bersaing dan berebut nutrisi  terutama bagi bakter-bakteri yang  mengkonsumsi jenis nutrisi yang sama.  Kondisi ini menciptakan persaingan alami dalam alam kehidupan bakteri, bisa dikatakan terjadi Tirani Mayoritas atas minoritas.

Sejauh riset MIkrobiologi terkini, diketahui bakteri memiliki kemampuan komunikasi dan interaksi sosial seperti manusia, dia mampu berkomunikasi antar sesama spesies/jenisnya dan antar lain jenis.  Interaksi komunikasi bakteri dikenal dengan istilah “Quorum sensing” , adalah satu cara unik tiap spesies bakteri dalam menghitung diri (berapa jumlah teman-temannya), dan mampu mengenal berapa jumlah “spesies”  dari lain jenis.

Sebagai misal di tubuh manusia, dalam keadaan sehat , bakteri jahat/pathogen dipaksa untuk tahu diri dan “duduk manis” ketika jumlahnya tidak sebanding dengan bakteri baik penjaga tubuh kita. Ketika jumlah bakteri jahat ini berhasil mengungguli bakteri baik, terjadilah “serangan umum” dimana bakteri jahat memproduksi sejenis racun yang membuat tubuh kita sakit.

Pada manusia , penting sekali menjaga bakteri baik ini tetap siap siaga. Bakteri ini berpengaruh sangat besar agar kita dapat selamat dari serangan bakteri jahat (pathogen).  Dalam dunia kedokteran barat, lama para ahli kedokteran dan farmasi sudah paham bahwa kemampuan bakteri bertahan dan bermutasi terhadap suatu jenis antibiotika , telah menciptakan generasi-generasi baru bakteri mutasi yang tahan (tidak mempan) terhadap berbagai jenis antibiotika. Sepertinya bakteri mempunyai mekanisme pertahanan diri dengan mengubah dan memutasi kode genetika agar tahan terhadap suatu ancaman bagi kehidupannya.

Semua mahluk hidup termasuk bakteri memiliki naluri “Ingin Hidup”,artinya dia  akan menghindari “peperangan” apabila hasil penginderaan menyimpulkan jumlah teman-jenisnya kalah jumlah. Keadaan bisa berbalik begitu terdeteksinya jumlah teman-teman jenisnya dirasa cukup banyak dan mendominasi, diseranglah bakteri lawan dengan cara “keroyokan” melalui senjata kimiawi (semacam protein antibiotik) yang dapat mengunci dan mematikan lawan (lain jenis) namun aman-aman saja bagi bakteri jenis spesies yang sama.

Begitulah bakteri mempertahankan diri, berkembang biak dan berkomunikasi sosial untuk bertahan “hidup”. Pemahaman tentang mikro-biologi inilah yang menjadi Visi Ide  lahirnya NITROBACTER.

Adalah bakteri tertentu yang SENGAJA di hidup-ternakkan dalam lingkungan yang ekstrim hiper-osmosis (larutan pekat).  Di dalam larutan amoniak pekat inilah terjadi proses seleksi  atas bakteri-bakteri yang boleh hidup disitu.  Larutan menjadi “JAGAL” bagi jenis-jenis bakteri tertentu, tetapi system ini secara ajaib  melahirkan bakteri “mutasi” jenis baru yang bertahan hidup.  Larutan dengan kepekatan tinggi ini lah yang menyisakan jenis-jenis bakteri “tertentu” saja yang masih bisa hidup , bertahan dan berkembang biak di larutan ini.

Tujuan bakteri Nitrobacter di berikan dalam dosis besar dan  diaplikasikan terus-menerus di tanah dan tanaman, inilah yang membuat efek DOMINASI yang kontras dengan ratusan jenis bakteri-bakteri jenis lainnya. Di tanah ratusan jenis bakteri lain DIPAKSA menjadi minoritas  Dan disinilah keunggulan Nitrobacter menurut prinsip “quorum sensing” , dengan memaksa keunggulan dominasi yang membuat bakteri-bakteri lain termasuk bakteri pathogen untuk “diam”  dan “tidak berani menyerang” karena merasa “kalah jumlah”.

Bakteri Nitrobacter yang tersisa ini, secara “Ajaib” terseleksi bakteri-bakteri yang mempunyai efek positif bagi kesuburan tanaman, diantaranya =

a.Nitrobacter SP, jenis bakteri ini mampu menangkap Nitrogen langsung dari udara, efeknya terlihat ketika daun yang menguning disemprot 1-2x langsung menjadi hijau kembali.

b.Bakteri Pengurai Zat Kimiawi, jenis bakteri ini memakan remah residu pemupukan urea sebelumnya, bakteri ini mengurainya menjadi unsur yang bisa dimanfatkan sebagai nutrisi bagi tanaman. Oleh karena jasa bakteri inilah System NItrobacter berjasa menjadi yang pertama sebagai system yang tidak membutuhkan suplemen pemupukan tambahan apapun. Kebutuhan nutrisi tanaman dipenuhi oleh dari deposit residu yang di daur ulang oleh bakteri, dan petani tidak perlu beli pupuk lagi selamanya !

c.Bakteri penangkap molekul air, Jenis bakteri ini dalam hidupnya mampu menangkap uap air langsung dari udara. Efek positif kehadiran bakteri ini di tanah membuat kelembaban yang tinggi, di daun bakteri ini bertugas menutup stomata (mulut daun) untuk mencegah transpirasi uap air dari tanaman ke udara.

d. Bakteri Penggembur Tanah, bakteri ini ternyata mampu “ngebor” tanah  dengan sangat efektif. Hasil uji coba kemampuan bakteri ini ternyata mampu menembus dan menggemburkan tanah rusak dan keras dalam hitungan jam. Pada tanah-tanah clay (lempung), yang sulit perembesan airnya, kemampuan khas bakteri ini mampu membongkar pori-pori celah tanah secara efektif dan sangat cepat.

e. Menangkal bakteri pathogen. Dengan jumlah yang “lebih banyak” inilah, maka bakteri pathogen dipaksa berhitung dan berlama-lama “mikir” sebelum berani menyerang. Melalui prinsip Dominasi jumlah inilah, tanaman yang tadinya rawan serangan bakteri2/penyakit misalnya penyebab busuk akar (fusarium), pythium, dan aneka bakteri penyebar jamur dan layu daun/buah dapat diatasi secara efektif. Nilai plus prestasi Nitrobacter tertinggi dalam point ini, karena selain membuat subur tanaman, mampu mencegah dan mengobati serangan penyakit tanaman.

Sederetan Nilai Positif  dari Nitrobacter ini tidak terlepas dari Sistem Prosedur Operasi dan Quality Control yang harus dilalui dengan teliti oleh pemakai aplikasi Nitrobacter.  Dalam Desain Produksi , Bakteri ini harus diternak ulang supaya mendapatkan jumlah bakteri produksi seoptimal mungkin. Dan yang paling penting harus dipahami bahwa dalam tiap proses  Pembiakan Bakteri , akan selalu MENYISAKAN  sisa residu /endapan berupa residu yang mengandung banyak bakteri yang mati !

Beruntunglah ada tanda-tanda fisik yang terlihat, bakteri-bakteri yang mati ini ditandai dengan semakin bertambahnya sisa residu di bawah botol/jerigen saat proses fermentasi.  Residu ini harus DIBUANG SAJA dan jangan pernah di pakai untuk diaplikasikan di tanaman.

Keberhasilan fermentasi Nitrobacter diperoleh dari indikator Warna Larutan yang CEMERLANG, KINCLONG, MENGKILAT yang dipahami sebagai banyaknya bakteri yang memantulkan sinar ke segala arah.

KESIMPULAN

  1. Nitrobacter adalah Teknologi Solusi Yang Lengkap

-          Fungsi penggemburan tanah sebagai kunci pertumbuhan per-akaran yang optimal

-          Fungsi menghijaukan daun sebagai indikator kesuburan tanaman

-          Fungsi menangkap molekul air , tanah menyimpan air lebih lama dan banyak

-          Fungsi men-daur ulang residu urea di tanah sebagai cadangan nutrisi baru

-          Fungsi Antibody, memperkuat tanaman terhadap serangan penyakit

  1. Kualitas System Nitrobacter sangat ditentukan oleh Pembiakan dan Aplikasi

-          Pembiakan/fermentasi bakteri , harus mengkilat + bau menyengat + warna kuning

-          Ketepatan ukuran bahan-bahan yang digunakan, kebersihan dan penyimpanan yang tidak boleh terkena sinar matahari atau panas.

-          Penyemprotan tidak boleh terkena sinar matahari sama sekali

-          Tidak boleh ditambahkan bahan pupuk kimia apapun, kecuali pupuk kompos/kandang yang terlebih dahulu disemprot dengan Nitrobacter.

  1. Dalam setiap fermentasi, akan menghasilkan residu/endapan yang bisa berbahaya bagi

Tanaman (jangan pernah pakai residu/endapan tersebut)

  1. Setiap aplikasi harus dilakukan terhindar dari SINAR MATAHARI, sinar ultraviolet atau antibiotic

(cuci bersih dengan air mengalir, nozzle tangki semprot harus di bersihkan dari sisa insektisida/

Pestisida kimia sebelumnya)

  1. Seluruh aplikasi NITROBACTER tidak boleh dicampur dengan aplikasi kimia apapun, termasuk

Penambahan pupuk urea / kimia apapun tidak diperkenankan. Kalau pakai pupuk kandang

Harus pupuk kandang yang telah disemprot dengan Nitrobacter setidaknya seminggu sebelumnya.

  1. Ikuti seluruh petunjuk dan Konsultasikan ke 081-391-400-500 apabila ada keraguan atau

Ada pertanyaan.  Pastikan semua permasalahan dapat dikonsultasikan secara langsung.

  1. Siaran Informasi melalui Radio , digelar tiap hari Kamis jam 20-21 WIB di Radio Ardilawet FM

Gelombang 96,3 MHz  dalam acara BENGKEL TANI yang di asuh langsung oleh Bp.Thomas Janardi , penemu system NITROBACTER

  1. Di internet, serangkaian testimoni para petani kami tayangkan dengan key

http://www.youtube.com = “nitrobacter thomas janardi”

email = tmsnitrobacter@gmail.com

(dokumen, brosur, arsip dll informasi lebih lanjut silahkan kontak di email di atas)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s